DOKUMENTASI PEMAPARAN MATERI DARI 2 NARASUMBER
Selasa (8/11) Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Bengkulu berhasil menggelar Seminar Nasional dan Hybrid Call for Paper dengan tema “Kesiapan Perpustakaan Dalam Memasuki Era Society 5.0”. Kegiatan ini diselenggarakan secara offline serta mengundang dua narasumber yaitu Dr. Labibah, MLIS., Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Fransiska Timoria Samosir, M.A., Dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Bengkulu dan di moderatori oleh satu moderator yaitu Bapak Aang Gunaidi, SIP., M.P selaku Dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Bengkulu. Seminar ini juga dihadiri oleh dosen Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Bengkulu, Kepala Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Bengkulu, Dekan FISIP Universitas Bengkulu, Kepala Perpustakaan se-provinsi Bengkulu, Tamu Undangan lainnya dan Mahasiswa Sains Informasi Universitas Bengkulu.
Narasumber pertama yaitu ibu Fransiska Timoria Samosir, S.Sos., M.A membahas tentang penyampaian materi Tema. Mengenai Arti tema seminar itu sendiri yaitu masyarakat, 5.0 perkembangan dari (Jepang), inovasi dari 5.0 menjadikan manusia menjadi lebih baik dan inovatif, salah satu contoh nya yaitu Apple watch pendeteksi kesehatan manusia, robotic lebih memudahkan dalam pekerjaan rumah. Seperti apakah perpustakaan pada era saat ini?
Sudah melakukan mobile library, self service, layanan konsultasi digital, dll, ternyata perkembangan perpustakaan tidak merata, salah satu perpustakaan yang paling cepat berkembang nya yaitu perpustakaan perguruan tinggi dikarenakan melakukan analisis milenial yang dilakukan oleh pustakawan, perilaku membaca kedepan akan berubah sesuai kemajuan teknologi, seperti di negara Taiwan belajar membaca dibantu dengan robotic, salah satu perkembangan perpustakaan yaitu, Perpustakaan Nasional. Kesimpulannya dengan adanya teknologi sebenarnya pustakawan akan terbantu bukan tergantikan melainkan pustakawan lebih bisa menjalankan inovatif, syaratnya harus memahami informasi, harus lebih kreatif, dan bisa memahami kebutuhan informasi yang kita butuhkan. Pustakawan tidak akan tergantikan oleh teknologi karena manusia memiliki empati tidak seperti robot.
Narasumber kedua yaitu ibu Dr. Labibah, MLIS., Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang membahas tentang Society 5.0, lebih menekankan pada manusianya, manusia yang menentukan walaupun di era globalisasi, yang merupakan meningkatkan kualitas hidup. Apakah perpustakaan kita mempunyai peran terhadap peningkatan kualitas hidup manusia? kalau tidak maka kita akan terdistrupsi, sekarang dunia hanya sebatas jari telunjuk, literasi informasi menjadi penting, agar tidak semua menjadi ahli informasi, sehingga menjadi tsunami informasi. Sekarang bukan susah mencari informasi melainkan informasi yang kita butuhkan mudah untuk kita dapatkan. Perpustakaan tidak akan hilang jika mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat dan merasakan manfaatnya. Bangun isu dengan komunitas lain itu sangat penting karena yang akan membela perpustakaan bukan hanya pustakawan.perpustakaan bukan kata benda melainkan kata kerja, bukan hanya pajangan melainkan menyampaikan informasi, supaya perpustakaan bisa berjalan berkelanjutan. Potong keluhan-keluhan perpustakaan sari sebabnya cari solusinya, dan buat sistem yang menarik, karena permasalahan itu tidak akan hilang kalau kita mengeluh. Diskusi berlangsung secara interaktif, bahkan di sela penjelasan materi para peserta aktif berpendapat dan bertanya.
“Saya mengikuti kegiatan seminar, di sini saya mendapatkan pesan yang baik karena ini dapat meningkatkan perpustakaan saya di SMA Negeri 1. Jadi paling tidak saya dapat ide dalam menambah dan meningkatkan lagi semua fasilitas yang ada di perpustakaan dan pesan tingkatkan lagi kegiatan-kegiatan seperti ini karena ini sangat bermanfaat bagi pustakawan maupun kepala perpustakaan” jelas Heni Puspita seorang Kepala Perpustakaan SMA Negeri 1 Kota Bengkulu, yang merupakan salah satu peserta dari seminar. Selain itu, tamu undangan dari FPPTI Provinsi Bengkulu ikut menyampaikan pesannya “Terima kasih kami telah diundang untuk mengikuti acara ini, acara ini sangat bagus yang dapat memberikan pengetahuan kepada adik-adik mahasiswa khususnya mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi dalam menambah wawasan bahwa Perpustakaan sekarang ini sudah beralih ke serba digital jadi mahasiswa harus melek informasi dan digital dan itu semuanya harus dikuasai oleh mahasiswa” jelasnya. Tak hanya itu, Para tamu undangan yang berasal dari ketua IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) juga ikut menyampaikan pesannya “Kami dari ikatan pustakawan provinsi Bengkulu mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan pada pagi hari ini dan kami juga sangat bersenang hati karena dapat berjumpa dengan teman-teman sekalian dengan prodi Perpustakaan dan Sains Informasi dan mahasiswanya karena mahasiswa ini adalah calon-calon pustakawan yang akan menghidupkan dan melestarikan Perpustakaan. Dan tadi sudah saya sampaikan bahwa ada Piramida segitiga ini yang pertama adalah organisasi profesi yang kedua adalah lembaga pemakai yaitu Perpustakaan dan yang ketiga adalah lembaga pendidikan yang menghasilkan calon-calon pustakawan. Jadi tiga lembaga ini harus bisa bersinergi, berkolaborasi sehingga antara pustaka lembaga pemakai dan organisasi profesi bisa saling memberikan masukan. Jadi harapan kami bahwa alumni S1 Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Bengkulu produknya bisa langsung dipakai. Siapa pemakainya? Yaitu lembaga Perpustakaan. Kami memberikan masukan kompetisi apa yang harus disiapkan oleh lembaga pendidikan sehingga pustakawan yang dihasilkan ini setelah lulus itu dapat diserap oleh Perpustakaan,” pungkasnya.
Dengan ini telah berakhirnya acara seminar, “Senang sekali acara ini sudah dilaksanakan dengan baik. Seminar tentang kesiapan pustakawan di era society 5.0 sudah dilaksanakan dengan baik oleh teman-teman dari prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Bengkulu dengan sangat luar biasa, sangat profesional Well organize dan everything is perfect,” tutur Dr.Labibah M.LIS.

